Monday, 7 May 2012

sebuah layang-layang

aku memilih kayunya dari yang terbaik
lalu aku mengikisnya apa yang tidak perlu
aku bentuknya dengan penuh cermat
lalu aku dampingnya dengan kain indah

kain yang aku corak sendiri dengan penuh tekun
aku ukir lukisnya mengikut seni tari jari-jemariku
kain yang aku corak dengan penuh teliti
aku jadikannya yang terindah buat tatapan mata

setelah segak terhias dengan seninya
aku titipkan pula dengan tali yang utuh
agar ia teguh melayang diudara
memperlihatkan keindahannya pada semua

namun nun jauh dihati aku tahu
apa yang aku perusahakan tidak kekal lama
kelak corak itu akan tetap menjadi pudar
kayu terbaik itu akan tetap menjadi rapuh

apabila layang-layang itu terputus talinya
dan tanpa hembusan si angin bayu
lalu menjunam tersungkur ditanah
kerna semua yang terbaik itu tidak lagi kekal.

*ilham tercetus ketika melihat sorang kanak-kanak bermain layan-layang di padang perumahan.